Ngawur! Demi Pacar, Pemuda di Bantul ini Jual Daun Pintu, Perabotan hingga Genting yang Masih Terpasang

Ngawur! Demi Pacar, Pemuda di Bantul ini Jual Daun Pintu, Perabotan hingga Genting yang Masih Terpasang

Tersangka DRS saat berada di Polres Bantul untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya/ Foto: Tribunnews

SOLO, JURNAL FORUM INDONESIA– Bukannya lebih berbakti kepada orang tua, pemuda berinisial DRS (24) ini malah rela berkorban habis-habisan untuk sang pacar. Pemuda asal Kabupaten Bantul, Yogyakarta itu tega menjual berbagai perabotan milik sang ibunda. Lebih parah, ia nekat mencopoti genting ketika perabotan berharga sudah ludes dijualnya.

Hanya demi sang pacar yang baru dikenalnya selama satu bulan, DRS rela menjual perabotan tanpa sepengetahuan ibunya, Paliyem (57). Tak tahan dengan sikap putranya itu, Paliyem menyerahkan DRS ke Polres Bantul.

DRS mengaku, pendapatannya sebagai driver ojek online sangatlah minim hingga tak mampu memenuhi kebutuhan sang pacar. Oleh sebab itu, DRS mulai menjual perabotan rumah milik orang tuanya sejak 14 Oktober 2021.

“Kalau itu (uang hasil jual perabotan rumah) saya buat makan sehari-hari, sama buat cewek saya. Saya cewek ada satu, rumahnya di Ngawi, Jawa Timur,” beber DRS dilansir dari tribunnews.com, Jumat (26/11/2021).

Kisah cinta tak sehat DRS berawal dari perkenalan dirinya dengan sang pacar saat mendapat orderan di sekitar Terminal Giwangan. Tak selang waktu lama, DRS resmi menjalin asmara dengan wanita asal Ngawi yang tinggal di Yogyakarta tersebut.

Cinta membutakan hati dan pikiran DRS. Ia rela memenuhi kebutuhan sang pacar sebagai ungkapan cinta yang teramat dalam. Namun, ia tak memikirkan perjuangan ibunya yang juga rela membanting tulang.”kadang memberi ya langsung kasih, kadang berupa makanan, kadang tas dan kadang baju. Saya lakukan ya karena cinta,” imbuhnya.Kanit Reskrim Polsek Pundong, Ipda Heru Pracoyo mengungkapkan, aksi DRS menggerogoti barang orang tuanya bisa berjalan selama ini karena Paliyem tak berada di rumah.“Ibunya bekerja sebagai asisten rumah tangga di Kasihan Bantul sejak dua bulan lalu. Dia tinggal di tempat ia bekerja,” tutur Ipda Heru.

Sekitar tanggal 14 Oktober dia sudah mulai menjual perabotan rumah tangga, ada lemari, meja, kursi, semua perabotan di rumah habis. Termasuk daun pintu semua sudah habis,” imbuhnya.

Ipda Heru menyebutkan bahwa DRS tinggal di rumahnya sendirian karena sang ayah sudah meninggal. Jadi, ia merasa bebas melancarkan aksi nekatnya tanpa diketahui ibunya.

Sepandai-pandainya tupai melompat, pasti terjatuh juga. Aksi DRS akhirnya dipergoki tetangga saat mencopoti genting rumah lalu berniat menjualnya. Ia sudah mengangkut seluruh kepingan genting tersebut ke dalam truk, Minggu (7/11/2021).

Warga sekitar yang melihat sontak menghentikan tindakan DRS dan melaporkan ke ibunya. Melihat isi rumahnya sudah dalam kondisi kosong, termasuk genting rumah sudah tak terpasang, Paliyem naik pitam dan melaporkan anaknya ke Polsek Pundong.

“Orang tuanya juga sudah bilang bahwa dirinya, Pak RT, tetangga, sudah sering menasehati, tapi tetap tidak bisa. Ibunya pun minta dilanjutkan (proses hukum),” katanya.

Saat itu kita kasih waktu untuk mediasi, namun paginya tetap melaporkan. Dan kita dari polsek tetap melayani laporan tersebut,” sambung Ipda Heru.

Buntut dari kasus ini, total kerugian ditaksir mencapai 24 juta rupiah. DRS harus mempertanggungjawabkan perbuatannya. Kini, ia berstatus sebagai tersangka hingga dibui di Polsek Pundong.

Menyesal dengan sifat bucin yang keterlaluan, DRS meminta maaf kepada sang ibunda. Tapi ia harus tetap menjalani hukuman di balik jeruji besi.

“Saya menyesal. Setelah merenung di sel saya menyesal lahir batin, Sudah minta maaf ke ibu saya. Yang jelas karena sudah begini ya berani berbuat harus berani bertanggung jawab,” tandasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.