Dinas Peternakan Jombang Terbitkan Edaran Pembatasan Hewan Ternak Masuk Jombang.

JOMBANG – Jurnalforumindonesia – Dinas Peternakan Kabupaten Jombang tunjukkan hasil temuan kasus suspek dengan gejala mirip PMK pada ternak sapi yang jumlahnya terus bertambah.

Bahkan, dalam hitungan hari, jumlah Sapi yang alami gejala suspek mirip gejala PMK semakin bertambah dan dimungkinkan terjadi ada 104 kasus.

“Jelasnya hingga Jumat (12/5) malam ini, jumlah sapi yang di indikasikan suspek dengan gejala mirip PMK ada 104 ekor.

Dan 5 di antaranya telah mati,” terang Agus Susilo Sugioto Kepala Dinas Peternakan Jombang, saat dikonfirmasi JFI lewat What App nya.

Data tersebut, lanjut Agus, adalah temuan dari kasus suspek dengan gejala mirip PMK oleh Dinas Peternakan Kabupaten Jombang pada ternak Sapi yang tersebar di empat Kecamatan di Kabupaten Jombang saat ini.

Meski tak menjelaskan secara rinci, Agus telah menyebutkan bahwa ada Dua Desa di Kecamatan Wonosalam dan Dua Desa di Kecamatan Mojowarno.

Dua lainnya, berada di Kecamatan Kabuh dan Kecamatan Tembelang.

“Suspek pada ternak Sapi dari temuan kami berada di empat Kecematan, dan sapi-sapi ternak tersebut alami gejala serupa dengan PMK.

Seperti mulut melepuh dan berbusa, beberapa sapi juga mulai terlihat luka di kaki, meski ada yang terlihat belum,” tandasnya.

Lebih lanjut, seluruh ternak Sapi yang suspek PMK kebanyakan jenis sapi potong dan Lima ekor di antaranya telah mati dan semuanya itu terjadi pada sapi anakan atau pedet yang masih rentan dan lemah.

“Belum ditemukan kasus suspek dengan gejala mirip PMK terjadi pada Sapi susu maupun pada Sapi perah,” terang Agus meski dengan suara telpon what app terdengar suaranya putus-putus.

Sebagai langkah antisipasi, pihaknya berharap pada peternak Sapi untuk lakukan pemisahan kandang atau karantina dengan Sapi ternaknya yang masih sehat.

Sebagai langkah antisipasi PMK, kata Agus selain kandang harus dalam kondisi bersih juga perlu lakukan pula penyemprotan disinfektan.

“Untuk antisipasi suspek dengan gejala mirip PMK dari pengalaman yang berhasil dipraktekkan oleh peternak Sapi Kecamatan Wonosalam telah berikan air rebusan tanaman herbal sirih merah sebanyak 3 gelas sekali minum pada Sapi ternaknya.

Dan rebusan air sirih merah ini diberikan 2 hingga 3 kali dalam sehari, pagi, siang dan sore. Hal ini sangat rasional karena Sapi yang alami suspek dengan gejala mirip PMK akan bisa terbantu anti biotiknya,” terangnya.

Selain itu, pihaknya telah berupaya dengan berikan obat dan vitamin serta pengecekan secara berkala.

Selain pengobatan pada sapi yang sudah dinyatakan suspek, pihaknya juga lakukan antisipasi penularan dengan pembatasan hewan ternak yang akan masuk Kabupaten Jombang.

Bahkan, pihaknya sudah menerbitkan edaran perihal pembatasan hewan ternak yang boleh masuk Kabupaten Jombang.

“Tidak ada penutupan pasar ternak, tapi ada pembatasan asal hewan ternak yang boleh masuk,” tegas mantan Pegawai Kementrian Penerangan Jombang era Presiden Suharto ini.

Ditambahkan, ada 9 Kabupaten di Jawa Timur yang dinyatakan tidak boleh kirim ternaknya ke Kabupaten Jombang.

Diantaranya, Kabupaten Lamongan, Gresik, Mojokerto, Sidoarjo, Malang, Bangkalan, Pasuruan, Probolinggo dan Lumajang.

Kabupaten tersebut adalah daerah kawasan yang dilaporkan telah terjadi banyak kasus PMK pada Sapi ternaknya.

“Kita cuma membatasi, agar tidak ada lagi hewan ternak baik Sapi, Kambing maupun Domba dari Daerah Kabupaten tersebut masuk ke Kabupaten Jombang,” tegasnya.

Pembatasan dimaksud Agus, akan dilakukan dengan pengawasan oleh petugas kesehatan hewan di setiap pasar hewan di Kabupaten Jombang.

Selain dari 9 kota tersebut, Agus menyebut masih boleh hewan ternaknya masuk Jombang, namun harus dengan beberapa persyaratan yang ketat.

“Boleh masuk Jombang, asal harus ada Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) dari Dinas Peternakan asal ternak tersebut dikirim,” pungkasnya.

(Gentho)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.