Kabid, SD Dinas P&K Kab. Jombang, Hendro : PPDB Untuk Jenjang SD Dilaksanakan Awal Juni

JOMBANG – Jurnalforumindonesia – Kepala Bidang Pendidikan SD Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang, Hendro, menyebutkan bahwa Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) untuk jenjang SD akan dilaksanakan pada awal bulan Juni.

Lebih lanjut, untuk pendaftaran bisa dilakukan secara offline maupun online pada tanggal 13-22 Juni. Dan yang tidak bisa daftar secara online bisa langsung datang ke sekolah.

“Untuk sosialisasi tingkat Kabupaten tahapan PPDB jenjang SD akan dimulai pada 2 Juni.

Sedang sosialisasi tingkat Kecamatan akan dilaksanakan pada 6 Juni. Sosialisasi kepada orang tua wali maupun TK dan RA akan pula dilaksanakan pada 7 sampai 10 Juni.

Sebelum lakukan pendaftaran online maupun offline, operator sekolah akan input dokumen database siswa yang akan dilaksanakan pada 13 sampai 25 Juni.” Papar Hendro.

Ditambahkan, untuk pelaksanaan cetak PIN pada 14 hingga 25 Juni. Adapun pelaksanaan pendaftaran akan dilakukan pada 13 sampai 22 Juni.

Namun sebelum pendaftaran PPDB jenjang SD, baik online maupun offline, calon peserta didik harus lakukan pendataan secara online.

Cara pendaftaran, bisa dengan mengupload dan mengunggah dokumen ke dalam sistem PPDB. Hal ini agar dapat mencetak bukti atas pendaftaran yang telah memuat PIN.

Pelaksanaan PPDB jenjang SD, kata Hendro, ada tiga jalur. Pertama, jalur afirmasi. Kedua, jalur perpindahan tugas orang tua. Ketiga, jalur zonasi dengan kuota 70 persen.

“Mulai proses pendaftaran hingga berakhirnya pengumuman, orang tua bisa pantau posisi putra-putrinya melalui sistem online ppdb.jombangkab.go.id.

Itupun jika posisinya sudah tergeser dengan siswa yang lain, maka bisa segera mendaftar di SD yang lain.” terangnya.

Sebelum daftar, tandas Hendro, orang tua bisa hitung sendiri skor dari jarak rumah. Usia tepat 7 tahun mendapatkan skor tertinggi, 20.000. Usia 6 tahun 11 bulan nilainya 19.300. Usia 6 tahun 18.600.

Untuk usia paling rendah dibawah enam tahun harus dengan rekomendasi dari psikolog yang profesional,” bebernya.

Menurutnya, jarak rumah terdekat kurang dari 100 meter dengan skor 5.000. Terjauh lebih dari satu kilometer dengan skor 7.400.

Usia miliki bobot 60 persen. Dihitung dengan cara skor usia dibagi 20.000 dikalikan 60.

Sedangkan jarak rumah memiliki skor 40 persen. Caranya, skor domisili dibagi 5.000 dibagi 40. Kemudian skor usia dan domisili ditambahkan.

“Artinya, semakin kecil skornya maka semakin mungkin untuk tergeser siswa lain. Begitu pula sebaliknya.

Semakin besar skornya maka kemungkinan besar bisa diterima sesuai dengan ketentuan jarak dan usia,’’ pungkasnya.

(Gentho)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.