Baret M. Lanang : Jurnalis Harus “cover both side”.

Baret M. Lanang : Jurnalis Harus “cover both side”.

JOMBANG – Jurnalforumindonesia – Di tahun 2022, Berkembangnya media massa menjadikan masyarakat dengan mudah temukan kebutuhan akan sebuah informasi, ditambah lagi dengan era new digital saat ini juga dapat mempermudah masyarakat dalam mencari sebuah informasi.

Perkembangan media baru, dan salah satunya media online saat ini mulai digemari masyarakat khususnya generasi muda, jadikan informasi-informasi media online disinyalir sulit untuk dipercaya kredibilitasnya.

Seperti Forum Indonesia yang dulunya Media cetak (Koran) sekarang bertransformasi menjadi media online FORUMINDONESIA.PRESS dan JURNALFORUMINDONESIA.COM.

Dilihat dari Analisis Google, peminat pembaca berita tingkat pencarian berita sangat minim, karena tingkat minat baca warga Indonesia sangat minim seperti juga dilansir lembaga survei Internasional.

Menurut Google analisis Website Forum Indonesia pembacaan berita (orang yang mencari sebuah informasi/berita/news) akan cenderung membacanya sekilas dan rata-rata 30-40 detik dalam 1 Artikel berita/ News.

Hal tersebut bertolak belakang dengan artikel Kejurnalan (Sebuah artikel Informasi yang berdasarkan data riset dan analisis) pembaca akan berlama-lama membaca didalam website, Serta resistensi penonton juga standart tidak mengalami penurunan penonton setiap bulanya berbeda dengan artikel berita/News,

Jika kita analogikan kalau artikel berita/News mempunyai banyak penonton tapi dalam waktu yang pendek serta resistensi yang singkat sedangkan kalau Artikel jurnal penonton sedikit namun bertahan lama baik durasi baca dan resistensi penonton setiap bulanya.

Adanya dua analisis data diatas FORUM INDONESIA bertranformasi fokus menjadi berita Jurnal, karena berdasarkan data analisis dan artikel “jurnal” tetap di cari pembaca walau Usia artike udah bertahun¬≤ sangat berbeda dengan berita atau News yang kebutuhan nya sangat pendek dan sekedar memberikan informasi yang sedang trend.

Meskipun demikian FORUM INDONESIA akan menyajikan sebuah berita dari berbagai sudut pandang guna sebuah berita atau News dapat dinikmati sebagai topik pilihan dua arah.

Adapun Terbitan Majalah jurnal Forum Indonesia, satu tahun dua kali penerbitan karena setiap output artikel “jurnal” harus berdasarkan riset dan analisis maka dari itu Forum Indonesia membutuhkan Waktu guna penulisan sebuah jurnal serta angaran yg besar dalam setiap kajian atau artikel dalam kejurnalan.

Media online tidak bisa lepas dari aspek kredibilitas yang harus dipertahankan. Kredibilitas sebuah media sangat penting bagi khalayak. Ada dua macam kredibilitas, yaitu kredibilitas terhadap sumber dan kredibilitas terhadap media.

Kredibilitas dengan sumber dapat berkaitan dengan kepercayaan individu yang menulis berita tersebut, sedangkan kredibilitas media berkaitan dengan kesatuan yang lebih luas seperti televisi, koran, dan tentunya media online. Jadi, dapat dikatakan bahwa kredibilitas dapat dilihat dari individu dan media itu sendiri.

Saat ini kredibilitas media online cukup buruk jika dilihat dalam segi penulisan berita yang disampaikan. Para jurnalis saat ini hanya berfokus pada kecepatan tanpa memverifikasi lebih dalam mengenai kasus yang sedang dipemberitaan.

Kenyataan buruk seperti ini yang memang saat ini sedang terjadi dalam dunia jurnalisme di Indonesia, hal tersebut seperti yang dikatakan Baret Mega Lanang, yang merupakan Jurnalis pada media online FORUM INDONESIA.

Dirinya mengatakan saat ini banyak sekali media media yang belum kredibel. Dalam artian tulisannya masih sangat pendek, tidak memakai cover both side, juga dalam pemberitaannya masih terbawa pada narasi dari narasumber.

Jadi, banyak jurnalis yang masih menelan mentah-mentah narasumber dan tidak memverifikasi omongan narasumber tersebut, juga banyak sekali media yang tidak mencantumkan data-data yang bisa konfirmasi omongan narasumber.

Sedangkan dalam pemberitaan media tidak bisa kita serta merta nelan omongan narasumber, tanpa memikirkan fariabel terkontrol serta kita tidak tahu kebenarannya seperti apa.

Artinya kita tidak bisa seenak jidat memberikan itu langsung kepada pembaca. Kalau misalnya ternyata itu bohong, berarti kita menyebarkan kebohongan juga.

Dalam sebuah pemberitaan, lebih jauh Baret yang merupakan jurnalis pada media online mengatakan bahwa ada baiknya memang dalam pemberitaan harusnya bisa tetap cover both side, mau sependek apapun beritanya.

Minimal kalau tidak cover both side, paling tidak kita mencantumkan data-data lain. Data-data alternatif untuk bisa memberikan keseimbangan buat pembaca agar dapat memilah-milah informasi.

Sebuah media online harus menyajikan sebuah berita dengan verifikasi yang ketat, jika sebuah media sudah mengutamakan hal tersebut bisa dikatakan bahwa media online tersebut kredibel.

Ia juga menambahkan bahwa media online bisa dianggap kredibel jika lakukan verifikasi yang ketat, jika menjelaskan duduk perkara sebuah permasalahan dengan detail, dan jika gunakan narasumber yang berkompeten.

Dalam hal kredibilitas media online, jurnalis juga memiliki ‘peran’ utama sebagai gatekeeper dalam menulis sebuah pemberitaan.

Hal ini dimaksudkan agar berita yang disajikan sesuai fakta yang ada dan dapat mengetahui mana pemberitaan yang layak dikonsumsi untuk masyarakat.

Seperti halnya yang baret katakan, dimana cara jurnalis dalam membentuk peran sebagai gatekeeper memang sangat penting yaitu hanya dengan bisa menaikan kredibilitas wartawan itu sendiri.

Kompetensi liputannya tidak asa-asalan dalam liputan, juga tidak asal-asalan dalam membuat berita, tidak memperkeruh situasi, menggunakan narasumber-narasumber yang berkompeten, kredibel.

Juga lebih membuat tulisan-tulisan panjang bukan berita-berita pendek yang isinya cuma 4 atau 5 paragraf tapi tidak menjelaskan konteks luas permasalahnnya seperti apa.

Dan berita-berita yang cuma jadi mentahan-mentahannya para narasumber sementara narasumbernya tidak kompeten.

Kalau bikin berita harusnya sih bisa lebih panjang dan komprehensif. Baginya, itu merupakan cara jurnalisme untuk tetap menjadi gatekeepernya informasi yang lebih edukatif dan waras untuk pembaca di media online.

Juga di sampaikan oleh Baret bahwa sekarang ‘mungkin’ artikel media baik Online / Cetak HARUSNYA TIDAK bisa di jadikan sebuah dasar rujukan Pengaduan Masyarakat “Dumas” kepada APH (Aparat penegak hukum) tanpa mempertimbangkan Kredibilitasnya Media nya.

Apa lagi tanpa adanya konfimasi dan hak jawab meski berita tersebut memenuhi seluruh Fariabel Bebas, terikat, dan terkontrol dalam kajian informasi tersebut (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.