Data Kemiskinan Amburadur, GRAM Tantang PJ Bupati Aceh Utara

Ketua Gerakan Masyarakat Aceh Membangun (GRAM), Muhammad Azhar.

JFI, Lhoksukon – PJ Bupati Aceh Utara Azwardi, AP, MSi telah melakukan beberapa kunjungan ke pedalaman Aceh Utara untuk melihat langsung realitas di lapangan.

Dimana PJ Bupati Aceh Utara Pada Senin lalu (01/08) mengunjungi Kecamatan Sawang untuk melihat beberapa rumah tidak layak huni.

Dalam kunjungan nya PJ Bupati Aceh Utara mengajak para stakeholder untuk memprioritaskan pemanfaatan dana desa untuk percepatan pertumbuhan ekonomi gampong.

Pemanfatan dana gampong melalui BUMG harus tepat sasaran, artinya menyentuh usaha masyarakat sehingga usaha ekonomi lemah segera bangkit dan mampu meningkatkan ekonomi gampong dan masyarakat. Dan juga menekankan sistim pendataan sosial kependudukan yang akurat, sehingga dapat menjadi acuan dalam setiap perencanaan pembangunan.

Menanggapi permasalahan tersebut Gerakan Masyarakat Aceh Membangun (GRAM) mendukung setiap langkah yang dilakukan oleh PJ Bupati Aceh Utara, hal tersebut di sampaikan langsung oleh Muhammad Azhar selaku ketua GRAM.

Namun pihaknya juga mendesak PJ Bupati Aceh Utara jangan hanya terpaku pada penggunaan dana desa, namun juga dengan Anggaran Pendapatan Belanja Kabupaten (APBK) Aceh Utara , untuk lebih fokus kepada peningkatan Ekonomi dan penuntasan kemiskinan, Terang Azhar kepada media ini pada Selasa (02/08).

Dirinya juga mencotohkan dimana banyak program pemerintah yang Sumber anggarannya dari APBK digunakan tidak tepat sasaran, seharusnya pemerintah lebih ketat lagi melakukan pengawasan, dan disini juga diperlukan data yang real.

“Para SKPK jangan hanya duduk manis menerima data yang tidak valid. Hari ini kalau kita tanyakan berapa jumlah data warga miskin yang real, mereka pasti kalang kabut”, sebut Azhar

Tambahnya saat ini juga banyak dinas-dinas melakukan kegiatan atau pertemuan -pertemua di Lhokseumawe, seharusnya mereka harus lebih fokus untuk peningkatan di wilayah Ibukota Aceh Utara, jangan beralasan hari ini lhoksukon tidak ada lokasi.

“PJ Bupati mengatakan bahwa Beliau ingin merubah wajah Aceh Utara dari Kemiskinan,dalam hal ini, Kita tantang PJ Bupati Aceh Utara Untuk membuktikan perkataannya tersebut, jangan hanya ngomong doank di Media, sementara realita di lapangan berlainan dengan perkataan sang PJ Bupati, sebagai contoh kecil saja, banyak pertemuan-pertemuan dinas Aceh Utara yang dilakukan di Kota Lhokseumawe.

Katanya, bahkan mirisnya pertemuan tersebut dilakukan di Hotel-hotel swasta diKota Lhokseumawe, ini merupakan sebuah bukti nyata bahwa perkataan PJ Bupati Aceh Utara hanya ngomong doank, alias “cilet meulisan bak rueng rakyat Aceh Utara”.

Lebih lanjut, ia mempertanyakan, kalau memang Pemerintah Aceh Utara benar-benar mau merobah wajah Aceh Utara dari Kemiskinan, kenapa acara-acara tersebut tidak diadakan di Aceh Utara?

Setidaknya dengan dilakukan kegiatan – kegiatan pemerintahan di Lhoksukon (Aceh Utara) dapat meningkatkan perputaran ekonomi di Aceh Utara dan dapat meningkatkan PAD Aceh Utara itu sendiri. Hari ini Pemerintah Aceh Utara membangun perputaran ekonomi di Luar Aceh Utara sementara di media ngomongnya membangun ekonomi Aceh Utara, itu kan munafik namanya.

“Jadi apa juga fungsi Lhoksukon sebagai ibukota kabupaten yang telah kita buat komitmen bersama kita jadikan ibu kota”, sebutnya.

Hari ini saya kira PJ Bupati Aceh Utara harus lebih fokus pada penuntasan kemiskinan dan juga peningkatan Ekonomi masyarakat, serta perbaikan data, dan bukan hanya membangun pencitraan semata, dan berbicara omong kosong.

PJ Bupati harus segera melakukan evaluasi terhadap kinerja para SKPK dan juga data yang telah disodorkan serta juga publikasi berapa data real kemiskinan Aceh Utara. “Kalau memang niat PJ ingin membangun Aceh Utara ke arah lebih baik”, tutup Azhar. []

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.